GLIKOLISIS DALAM SEL RAGI PDF

Descubra todo lo que Scribd tiene para ofrecer, incluyendo libros y audiolibros de importantes editoriales. Oxidative Phosphorylation ATP. Otot rangka memfermentasi gukosa menjadi laktat pada saat latihan berat. Laktat selanjutnya memasuki daur Cori. Pada kasus infark miokard, sel-sel otot jantung yang rusak melepaskan LDH ke dalam darah, sehingga enzim ini bisa digunakan untuk petanda diagnostik. Sel-sel astrosit pada saraf otak juga menghasilkan laktat.

Author:Tygotaxe Gardanris
Country:Brunei Darussalam
Language:English (Spanish)
Genre:Career
Published (Last):26 June 2009
Pages:309
PDF File Size:6.16 Mb
ePub File Size:11.73 Mb
ISBN:206-7-69792-134-5
Downloads:77332
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Akishicage



Respirasi sel adalah proses di mana energi yang tersimpan dalam glukosa dilepaskan oleh sel-sel. Respirasi sel berlangsung dalam berbagai tahap. Ini terjadi pada manusia, tanaman, hewan dan bahkan dalam bakteri mikroskopis. Mesin pernapasan terletak di sel-sel tubuh.

Selama respirasi sel, energi dari glukosa dilepaskan dengan adanya oksigen. Proses ini secara ilmiah dikenal sebagai respirasi aerobik. Respirasi anaerobik terjadi tanpa adanya oksigen. Respirasi sering disebut juga katabolisme merupakan proses pemecahan bahan organik menjadi bahan anorganik dan melepaskan sejumlah energi reaksi eksergonik. Energi yang lepas tersebut digunakan untuk membentuk adenosin trifosfat ATP , yang merupakan sumber energi untuk seluruh aktivitas kehidupan.

Pada prinsipnya respirasi merupakan reaksi reduksi-oksidasi redoks , karena itu dalam reaksi tersebut diperlukan akseptor elektron untuk menerima elektron dari reaksi oksidasi bahan organik. Akseptor elektron tersebut diantaranya adalah:. Respirasi adalah suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Respirasi bisa juga diartikan sebagai reaksi oksidasi senyawa organik untuk menghasilkan energi.

Energi ini digunakan untuk aktivitas sel dan kehidupan tumbuhan seperti sintesis anabolisme , gerak, pertumbuhan, perkembangan. Respirasi juga menghasilkan karbondioksida yang berperan pada keseimbangan karbon di alam.

Respirasi pada tumbuhan berlangsung siang dan malam karena cahaya bukan merupakan syarat. Jadi proses respirasi selalu berlangsung sepanjang waktu selama tumbuhan hidup.

Berdasarkan kebutuhannya terhadap oksigen, respirasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:. Respirasi aerob adalah reaksi katabolisme yang membutuhkan suasana aerobik sehingga dibutuhkan oksigen, dan reaksi ini menghasilkan energi dalam jumlah besar.

Energi ini dihasilkan dan disimpan dalam bentuk energi kimia yang siap digunakan, yaitu ATP. Pelepasan gugus posfat menghasilkan energi yang digunakan langsung oleh sel untuk melangsungkan reaksi-reaksi kimia, pertumbuhan, transportasi, gerak, reproduksi, dll. Reaksi respirasi aerob secara sederhana :. Perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob dapat dijabarkan sebagai berikut:. Reaksi respirasi disebut juga oksidasi biologis suatu karbohidrat, misalnya glukosa, berlangsung dalam empat tahapan, yaitu.

Glikolisis adalah serangkaian reaksi kimia yang mengubah gula heksosa, biasanya glukosa, menjadi asam piruvat. Reaksi glikolisis berlangsung di dalam sitoplasme sel dan tidak memerlukan adanya oksigen. Glikolisis dapat dibagi dalam dua fase utama, yaitu:. Reaksi berikutnya melibatkan perubahan gula aldosa menjadi gula ketosa.

Reaksi ini dikatalis oleh enzim fosfoglukoisomerase dan menyebabkan perubahan glukosafosfat yang difosforilasi oleh ATP dan enzim fosfofruktokinase menghasilkan fruktosa-1,6-difosfat dan ADP.

Selanjutnya fruktosa-1,6-difosfat dipecah menjadi dua molekul senyawa tiga karbon yaitu gliseraldehidafosfat dan dihidroasetonfosfat, dengan bantuan enzim aldolase. Dihidroasetonfosfat dikatalis oleh enzim fosfotriosa isomerase menjadi senyawa gliseraldehidafosfat.

Jadi pada fase ini dihasilkan dua gliseldehidafosfat. Pada fase ini tidak dihasilkan energi tetapi membutuhkan energi 2 ATP. Dua senyawa gliseraldehidafosfat diubah menjadi 1,3-difosfogliserat. Dengan adanya ADP dan enzim fosfogliserat kinase, asam 1,3-difosfogliserat diubah menjadi asam 3-fosfogliserat dan ATP dibentuk. Asam 3-fosfogliserat selanjutnya diubah menjadi asam 2-fosfogliserat oleh aktivitas enzim fosfogliseromutase.

Pelepasan air dari 2-fosfogliserat oleh enzim enolase membentuk asam fosfoenol piruvat. Pada fase ini dihasilkan dua molekul asam piruvat. Untuk lebih jelas, jalur glikolisis dapat diamati pada gambar berikut ini. Dekarboksilasi oksidatif piruvat adalah reaksi antara yang menghasilkan asetil-CoA. Dekarboksilasi oksidatif piruvat adalah proses pengubahan asam piruvat yang dihasilkan pada tahap akhir glikolisis menjadi senyawa asetil-CoA, yang jika direaksikan dengan asam oksaloasetat akan masuk ke dalam siklus krebs.

Reaksi berlangsung pada membran luar mitokondria. Reaksi ini sangat kompleks dan memerlukan beberapa kofaktor dan suatu kompleks enzim. Langkah pertama adalah pembentukan suatu kompleks antara TPP dan piruvat diikuti dengan dekarboksilasi asam piruvat. Pada langkah kedua, unit asetaldehida yang tertinggal setelah dekarboksilasi, bereaksi dengan asam lipoat membentuk kompleks asetil-asam lipoat.

Asam lipoat tereduksi dan aldehida dioksidasi menjadi asam yang membentuk suatu tioster dengan asam lipoat. Pada langkah ketiga, terjadi pelepasan gugus asetil dari asam lipoat ke CoASH, hasil reaksinya adalah asetil-ScoA dan asam lipoat tereduksi. Langkah terakhir, adalah regenerasi asam lipoat dengan memindahkan elektron dari asam lipoat tereduksi ke NAD.

Reaksi terakhir ini penting agar suplai asam lipoat teroksidasi secara berkesinambungan selalu tersedia untuk pembentukan asetil-SCoA dari asam piruvat. Berikut ini adalah reaksi sederhana dekarboksilasi oksidatif piruvat:.

Siklus krebs daur asam sitrat atau daur trikarboksilat merupakan pembongkaran asam piruvat secara aerob menjadi karbondioksida dan air serta sejumlah energi kimia. Asetil-CoA merupakan mata rantai penghubung antara glikolisis dan siklus krebs.

Reaksi ini berlangsung di dalam matriks mitokondria. Siklus krebs terjadi dalam 2 fase utama :. Reaksi pertama siklus krebs adalah kondensasi asetil-CoA denga asam oksaloasetat asam dikarboksilat berkarbon empat membentuk asam sitrat asam dikarboksilat berkarbon enam dan membebaskan koenzim A CoSH dengan bantuan enzim kondensasi sitrat. Hidrasi asam sirat oleh enzim akonitase membentuk asam sis-akonitat. Dengan reaksi yang sama, asam sis-akonitat diubah menjadi asam isositrat.

Oksidasi asam suksinat membentuk asam fumarat dengan bantuan suksinat dehidrogenase dan FAD. Asam fumarat mengalami hidrasi menjadi asam malat oleh enzim fumarase. Asam malat diubah menjadi asam oksaloasetat oleh malat dehidrogenase. Jadi regenerasi asam oksaloasetat melengkapi siklus krebs.

Untuk lebih jelas, dapat diamati pada gambar berikut ini. Untuk menghasilkan ATP diperlukan sistem transpor elektron. Transpor elektron ini berlangsung di dalam membran mitokondria sebelah dalam. Elektron yang terlibat ditransfer melalui beberapa senyawa perantara sebelum H 2 O dibentuk.

Senyawa-senyawa ini membentuk sistem pengangkutan elektron pada mitokondria. Pengangkutan elektron berlangsung mulai dari senyawa perantara yang secara termodifikasi sulit direduksi senyawa dengan potensial reduksi negatif menuju senyawa yang mempunyai kecenderungan yang lebih besar untuk menerima elektron senyawa dengan potensial reduksi yang lebih tinggi atau bahkan positif.

Oksigen mempunyai kecenderungan tertinggi untuk menerima elektron. Setiap senyawa pembawa elektron dalam sistem ini hanya menerima elektron dari senyawa pembawa lainnya yang letaknya berdekatan dengannya.

Senyawa-senyawa pembawa elektron ini tersusun secara terbaris pada bagian dalam membran mitokondria. Pada setiap mitokondria terdapat ribuan sistem pengangkutan elektron. Senyawa ini mereduksi dua molekul enzim porfirin-besi pemindah elektron yaitu sitokrom b.

Pada titik ini, dibebaskan energi yang cukup untuk sintesis molekul aTP kedua untuk setiap dua elektron yang dipindahkan. Ini menyempurnakan pemindahan dua elektron dari tingkat energi tinggi yang dimiliki substrat AH 2 ke tingkat energi rendah yang terdapat dalam air. Energi yang dilepaskan oleh oksidasi substrat disimpan dalam tiga molekul ATP yang disintesis di sepanjang proses angkutan elektron. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut.

Pembentukan ATP dalam sistem transpor elektron rantai respiratoris dikenal juga sebagai fosforilasi oksidatif biologis. Proses keseluruhan oksidasi biologis mempunyai dua fungsi yaitu menghasilkan energi dan menyediakan senyawa antara untuk sintesis. Jika dihitung jumlah ATP yang dihasilkan dalam oksidasi biologis, dengan bahan awal adalah satu molekul glukosa, maka akan diperoleh 38 molekul ATP.

Setelah tahun , mulai disadari bahwa glikolisis dan siklus krebs bukan merupakan rangkaian reaksi satu-satunya bagi tumbuhan untuk mendapatkan energi dari oksidasi gula menjadi karbondioksida dan air.

Lintasan yang berbeda ini disebut dengan Lintasan Pentosa Fosfat LPF , karena terbentuk senyawa antara yang terdiri atas lima atom karbon. Lintasan ini juga disebut sebagai Lintasan Fosfoglukonat. Beberapa senyawa lintasan pentosa fosfat juga anggota daur calvin, tempat gula fosfat disintesis di kloroplas.

Perbedaan utama antara daur calvin dan lintasan pentosa fosfat adalah pada lintasan pentosa fosfat gula fosfat tidak disintesis melainkan dirombak. Jalur pentosa fosfat ini terjadi di dalam sitoplasma sel. Reaksi LPF pertama melibatkan glukosafosfat, yang berasal dari perombakan pati fosforilase di glikolisis, dari penambahan fosfat akhir pada ATP ke glukosa atau langsung dari fotosintesis.

Senyawa ini segera dioksidasi oleh glukosafosfat dehidrogenase menjadi 6-fosfoglukono-laktona. Laktona ini secara cepat dihodrolisis oleh laktonase menjadi 6-fosfoglukonat, kemudian senyawa ini diderkaboksilasi secara oksidatif menjadi ribulosafosfat oleh 6-fosfoglukonat dehidrogenase. Selanjutnya ribulosafosfat oleh isomerase diubah menjadi ribosafosfat, dan oleh epimerase diubah menjadi xilulosafosfat.

Ribosafosfat dan xilulosafosfat yang dihasilkan kemudian oleh transketolase diubah menjadi sedoheptulosafosfat dan 3-fosfogliseraldehid gliseraldehidafosfat. Setelah itu xilulosafosfat dengan eritosafosfat oleh transkelotase diubah menjadi 3-fosfogliseraldehida dan fruktosafosfat, yang merupakan senyawa antara pada glikolisis.

Jadi, LPF dapat dianggap sebagai jalur alternatif menuju senyawa yang akan dirombak oleh glikolisis. Reaksi-reaksi ini dipicu oleh enzim isomerase, epimerase, transketolase, dan transaldolase. Jika 3-fosfogliseraldehida yang dihasilkan LPF masuk ke jalur glikolisis dan selanjutnya ke siklus krebs, maka energi yang dihasilkan adalah 37 ATP per molekul glukosa yang dioksidasi.

Untuk lebih jelasnya dapat diamati pada gambar berikut ini. Respirasi anaerob adalah salah satu proses katabolisme yang tidak menggunakan oksigen bebas sebagai penerima atom hidrogen H terakhir, tetapi menggunakan senyawa tertentu seperti : etanol, asam laktat. Pada kondisi aerobik tersedia oksigen sistem enzim mitokondria mampu mengkatalisis oksidasi asam piruvat menjadi H 2 O dan CO 2 serta menghasilkan energi dalam bentuk ATP Adenosin Tri Phosphat.

Pada kondisi anaerobik tidak tersedia oksigen , suatu sel akan dapat mengubah asam piruvat menjadi CO 2 dan etil alkohol serta membebaskan energi ATP.

Bentuk proses reaksi yang terakhir disebut, lazim dinamakan fermentasi.

DURUSUL LUGHAH PDF

Fungsi NaF Dan Arsenat

Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends.

APPSC GROUP 2 MODEL PAPERS WITH ANSWERS IN PDF

172390272 2 Glikolisis Ragi

Pada tabung ke 2 suspensi ragi. Jika dilihat dari kadar glukosa, pada tabung ke. Begitu juga hal ini pada. Pada tabung ke 3.

LISA SCHEINKOPF THINKING FOR A CHANGE PDF

Glikolisis

.

Related Articles