ASKEP STROKE NON HEMORAGIK PDF

Definisi Cerebrovaskular accident atau stroke merupakan gangguan neurology yang disebabkan oleh adanya gangguan pada peredaran darah di otak Black, Stroke atau cedera cerebrovaskuler adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak sering ini adalah kulminasi penyakit serebrovaskuler selama beberapa tahun. Smeltzer C. Suzanne, dalam ekspresiku-blogspot Stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral, baik fokal maupun menyeluruh global , yang berlangsung dengan cepat, berlangsung lebih dari 24 jam, atau berakhir dengan maut, tanpa ditemukannya penyebab selain daripada gangguan vascular Berdasarkan etiologinya, stroke dibedakan menjadi : 1. Stroke perdarahan atau strok hemoragik Strok iskemik atau stroke non hemoragik.

Author:Tygojar Zuluktilar
Country:Laos
Language:English (Spanish)
Genre:Health and Food
Published (Last):4 March 2019
Pages:385
PDF File Size:8.60 Mb
ePub File Size:2.86 Mb
ISBN:709-6-22229-191-4
Downloads:98404
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kajijinn



Definisi Cerebrovaskular accident atau stroke merupakan gangguan neurology yang disebabkan oleh adanya gangguan pada peredaran darah di otak Black, Stroke atau cedera cerebrovaskuler adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak sering ini adalah kulminasi penyakit serebrovaskuler selama beberapa tahun. Smeltzer C. Suzanne, dalam ekspresiku-blogspot Stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral, baik fokal maupun menyeluruh global , yang berlangsung dengan cepat, berlangsung lebih dari 24 jam, atau berakhir dengan maut, tanpa ditemukannya penyebab selain daripada gangguan vascular Berdasarkan etiologinya, stroke dibedakan menjadi : 1.

Stroke perdarahan atau strok hemoragik Strok iskemik atau stroke non hemoragik. Stroke non hemoragik atau yang disebut juga strok iskemik didefinisikan, secara patologis, sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat 2. Etiologi Penyebab-penyebabnya antara lain: Trombosis bekuan cairan di dalam pembuluh darah otak Thrombosit ini terjadi pada pembuluh darah yang mengalami oklusi sehingga menyebabkan iskemi jaringan otak yang dapat menimbulkan oedema dan kongesti disekitarnya.

Embolisme cerebral bekuan darah atau material lain Emboli serebral merupakan penyumbatan pembuluh darah otak oleh darah, lemak dan udara. Pada umumnya emboli berasal dari thrombus di. Emboli tersebut berlangsung cepat dan gejala timbul kurang dari detik. Ini terjadi karena atherosklerosis dan hypertensi. Akibat pecahnya pembuluh darah otak menyebabkan perembesan darah kedalam parenkim otak yang dapat mengakibatkan penekanan, pengerasan dan pemisahan jaringan otak yang berdekatan sehingga otak akan membengkak, jaringan otak tertekan sehingga terjadi infark otak, oedema dan mungkin hemiasi otak.

Hypoksia Umum 1. Hipertensi yang parah 2. Cardiac pulmonary arrest 3. CO turun akibat aritmia 5. Hypoksia setempat 1. Spasme arteri serebral yang disertai perdarahan sub aradinoid 2. Vasokontriksi arteri otak disertai sakit kepala migran. Suzanne, , hal 3. Suplai darah ke otak dapat berubah pada gangguan fokal thrombus, emboli, perdarahan dan spasme vaskuler atau oleh karena gangguan umum Hypoksia karena gangguan paru dan jantung. Thrombus dapat berasal dari flak arterosklerotik atau darah dapat beku pada area yang stenosis, dimana aliran darah akan lambat atau terjadi turbulensi.

Oklusi pada pembuluh darah serebral oleh embolus menyebabkan oedema dan nekrosis diikuti thrombosis dan hypertensi pembuluh darah. Perdarahan intraserebral yang sangat luas akan menyebabkan kematian dibandingkan dari keseluruhan penyakit cerebrovaskuler. Jika sirkulasi serebral. Perubahan disebabkan oleh anoksia serebral dapat revensibel untuk jangka waktu menit. Perubahan irreversible dapat anoksia lebih dari 10 menit.

Anoksia serebtal dapat terjadi oleh karena gangguan yang bervariasi, salah satunya cardiac arrest. Faktor resiko pada stroke Hipertensi Penyakit kardiovaskuler: arteria koronaria, gagal jantung Kolesterol tinggi Obesitas Peningkatan hematokrit resiko infark serebral Diabetes Melitus berkaitan dengan aterogenesis Kontrasepasi oral khususnya dengan disertai hipertensi, Penyalahgunaan obat kokain Konsumsi alkohol.

Suzanne, , hal 5. Manifestasi klinis Gejala - gejala CVA muncul akibat daerah tertentu tak berfungsi yang disebabkan oleh terganggunya aliran darah ke tempat tersebut. Gejala itu muncul bervariasi, bergantung bagian otak yang terganggu. Gejala-gejala itu antara lain bersifat: a. Sementara Timbul hanya sebentar selama beberapa menit sampai beberapa jam dan hilang sendiri dengan atau tanpa pengobatan. Hal ini disebut Transient ischemic attack TIA.

Serangan bisa muncul lagi dalam wujud sama, memperberat atau malah menetap. Sementara,namun lebih dari 24 jam Gejala timbul lebih dari 24 jam dan ini dissebut reversible ischemic neurologic defisit RIND c.

Gejala makin lama makin berat progresif Hal ini desebabkan gangguan aliran darah makin lama makin berat yang disebut progressing stroke atau stroke inevolution d. Pemeriksaan Penunjang CT Scan Memperlihatkan adanya edema , hematoma, iskemia dan adanya infark Angiografi serebral membantu menentukan penyebab stroke secara spesifik seperti perdarahan atau obstruksi arteri.

Pungsi Lumbal menunjukan adanya tekanan normal tekanan meningkat dan cairan yang mengandung darah menunjukan adanya perdarahan.

MRI : Menunjukan daerah yang mengalami infark, hemoragik. Penatalaksanaan 1. Diuretika : untuk menurunkan edema serebral. Anti koagulan: Mencegah memberatnya trombosis dan embolisasi.

Suzanne, , hal H. Komplikasi 1. Hipoksia Serebral 2. Penurunan darah serebral 3. Luasnya area cedera Smeltzer C. Suzanne, , hal Pengkajian 1. Pengkajian Sekunder a. Aktivitas dan istirahat Data Subyektif: kesulitan dalam beraktivitas ; kelemahan, kehilangan sensasi atau mudah lelah, kesulitan istirahat nyeri atau kejang otot Data obyektif: Perubahan tingkat kesadaran Perubahan tonus otot flaksid atau spastic , paraliysis hemiplegia , kelemahan umum.

Sirkulasi Data Subyektif: paralysis. Riwayat penyakit jantung penyakit katup jantung, disritmia, gagal jantung , endokarditis bacterial , polisitemia. Data obyektif: Hipertensi arterial Disritmia, perubahan EKG Pulsasi : kemungkinan bervariasi Denyut karotis, femoral dan arteri iliaka atau aorta abdominal.

Integritas ego Data Subyektif: Perasaan tidak berdaya, hilang harapan Emosi yang labil dan marah yang tidak tepat, kesediahan , kegembiraan kesulitan berekspresi diri d. Eliminasi Data Subyektif: Inkontinensia, anuria distensi abdomen kandung kemih sangat penuh , tidak adanya suara usus ileus paralitik e. Kehilangan kemampuan mengenal atau melihat, pendengaran, stimuli taktil Apraksia : kehilangan kemampuan menggunakan motorik Reaksi dan ukuran pupil : tidak sama dilatasi dan tak bereaksi pada sisi ipsi lateral.

Data Subyektif: Perokok factor resiko i. Diagnosa Keperawatan 1. Perubahan perfusi jaringan serebral b. Perubahan tingkat kesadaran , kehilangan memori b. Deficit sensori , bahasa, intelektual dan emosional d. Perubahan tanda tanda vital Kriteria Hasil : a.

Menampakan stabilisasi tanda vital dan tidak ada PTIK c. Peran pasien menampakan tidak adanya kemunduran kekambuhan Intervensi : a. Monitor dan catat status neurologist secara teratur R: mengetahui kecenderungan tingkat kesadaran dan potensial peningkatan TIK dan mengetahui lokasi luas dan kemajuan kerusakan system saraf pusat c. Monitor tanda tanda vital R: untuk mengetahui perkembangan klien d.

Evaluasi pupil cahaya R: reaksi pupil diatur oleh saraf cranial okulomotor III dan berguna dalam menentukan apakah batang otak itu masih baik. Catat perubahan dalam penglihatan seperti adanya kebutaan, gangguan lapang pandang. R: gangguan penglihatan yang spesifik mencerminkan daerah otak yang terkena, mengindikasikan keamanan yang harus mendapat perhatian dan mempengaruhi intervensi yang dilakukan.

Bantu meningkatakan fungsi, termasuk bicara jika pasien mengalami gangguan fungsi R: perubahan dalam isi kognitif dan bicara merupakan indicator dari derajat gangguan serebral dan mungkin mengindikasikan peningkatan TIK. Kepala dielevasikan perlahan lahan pada posisi netral. R: menurunkan tekana arteri dengan meningkatakan drainase dan sirkulasi serebral.

Pertahankan tirah baring , sediakan lingkungan yang tenang , atur kunjungan sesuai indikasi R: aktivitas yang continue dapat meningkatkan TIK. Berikan suplemen oksigen sesuai indikasi R: menurunkan hipoksia yang dapat menyebbakan fasodilasi serebral dan tekanan meningkat.

Berikan medikasi sesuai indikasi : Antifibrolitik, misal aminocaproic acid amicar Antihipertensi Vasodilator perifer, missal cyclandelate, isoxsuprine. Kriteria hasil : a. Mempertahankan posisi optimal dan fungsi yang dibuktikan oleh tak adanya kontraktur footdrop.

Mempertahankan kekuatan dan fungsi bagian tubuh yang terkena atau kompensasi. Mendemonstrasikan perilaku yang memungkinkan melakukan aktifitas. Mempertahankan intergritas kulit. Intervensi: a. Kaji kemapuan secara fungsional atau luasnya kerusakan awal dan dengan cara yang teratur.

R: mengidentifikasi kekuatan yang dapat memberikan informasi mengenai pemulihan. Ubah posisi minimal setiap 2 jam terlentang, miring R: menurunkan resiko terjadinya trauma atau ischemia jaringan. Mulailah latihan rentang gerak aktif dan pasif pada semua ekstremitas.

R: meminimalkan atrofi otot, meningkatkan sirkulasi, membantu mencegah kontraktur. Evaluasi penggunaan alat bantu untuk pengaturan posisi atau pembalut selama periode paralysis spastic. R: kontraktur fleksi dapat terjadi akibat dari otot fleksor lebih kuat dibandingkan dengan otot ekstensor. Bantu untuk mengembangkan keseimbangan duduk. R: membantu dalam melatih kembali jaringan saraf, meningkatkan respon proprioseptik dan motorik. Konsultasikan dengan ahli fisioterapi secara aktif, latihan resistef dan ambulasi pasien.

R: program yang khusus dapat dikembangkan untuk menemukan kebutuhan yang berarti atau menjaga kekurangan itu dalam keseimbangan, koordinasi, dan kekuatan. Gangguan komunikasi verbal atau tertulis berhubungan dengan kersusakan sirkulasi serebral, kerusakan neuromuscular, kehilangan tonus atau control otot fasial atau oral, kelemahan atau kelelahan umum. Kriteria Hasil: a. Mengidentifikasikan pemahaman tentang masalah komunikasi.

Membuat metode komunikasi dimana kebutuhan dapat diekspresikan. Menggunakan sumber-sumber dengan tepat.

EL BUQUE FANTASMA FREDERICK MARRYAT PDF

Askep Stroke Non Hemoragik

Background: Stroke is a syndrome consisting of signs and symptoms of the lost function of focal central nerves system which rapidly develops within seconds or minutes. The symptoms last more than 24 hours and may cause death. Stroke will cause a fatal impact for the body, such as decreasing activity or mobile disruption like hemiparase. Exercise and physical activity can maintain the normal movement of joints, muscle tone and can also reduce flexibility.

NEC V321 PDF

Makalah Askep Stroke Non Hemoragik

Diploma thesis, Jurusan Keperawatan In non hemorrhagic stroke patients usually caused by neuromuscular disorders. The most common nursing problem in patients with non-hemorrhagic stroke is self-care deficit. The deficit of self-care is a condition of inability to perform or complete self-care activities independently.

ASPIRYNA ULOTKA PDF

Background: Stroke is an abnormality of the brain function arising suddenly and may happen to anyone. This can cause disability, such as paralysis limb, speech disorder, thinking process caused by impaired brain function. Objective: Explaining the nursing care for patients with verbal communication barries of non-hemorrhage stroke nerve system. Method: method that used by writer for the case of study is using descriptive method, where the writer is doing a detailed research of two objects. Result: After conducting nursing care, the writer found out that the patients were oblique, hard talking, unclear speaking, unable to orient three things place, time and person.

AGI32 TUTORIAL PDF

.

Related Articles